Jika Bukan "Kamu", Tak Perlu Dengarkan Aku

Hi hello Dears, kali ini santai yuk. Anda bisa hidupkan music player dan dengarkan lagu kesukaan sambil baca ini, biar tambah santai gitu lho.

Kalau saya, sekarang sedang mendengarkan lagu-lagu "keras", biar relax lagi dan lupakan kerumitan.

Oke, sudah ON-playlist? Yuk mari mulai baca .. ^.^

Kasih, Pengisi Anganku


Prosa-Puisi idiot's guide. Jika Bukan "Kamu", Tak Perlu Dengarkan Aku + 12.12.16
Jangan 'zzzzz zzzz zzz' dulu sebelum membaca. ^^

Hey Kamu;
Apa Kamu pernah membaca buku itu?

Itu buku legend, isinya sangat mengesankan, unik. Namun Aku ingin Kamu fokus pada judul spesialnya, "The Complete Idiot's Guide To..", bagaimana menurutmu?

Mungkin Kamu teringat pada cara anehku saat Aku menegurmu selama ini. Ya, memang iya. Itu benar. Dan, inilah caraku.

Tentu saja Aku punya alasan kuat untuk melakukan itu. Terlalu banyak yang ku lihat dan alami. Semua itu membuatku begini. Ya begini ini. Pokoknya begini.

Tapi, satu hal yang harus Kamu pahami adalah, cara idiot dan bodohku itu bukan semata iseng dan hampa, sememangnya hal-hal itu punya makna, dan.... bukti. Tapi kini Aku tak ingin lagi menunjukkan kekonyolan tersirat itu padamu.

Jadi, mari geser topik,
Aku mau tahu,
Adakah ruang kecil di benakmu untukku?
Thanks, ternyata ada, walau hanya sepercik.

Baiklah, Aku ingin Kamu sedikit mendalami tentang folosofi langit, laut dan lilin. Begitulah sekilas yang terjadi padaku. Tuntutan alam, Aku tak akan menyesalinya.

Jangan lupa juga, sepanjang tahun ini, segala angan dan alur pikiranku di dominasi oleh wajah dan senyuman klasikmu itu.

Meskipun ada secuil-cuil momen yang memaksaku harus pause & skip, melupakanmu sejenak. Bukan karena Aku benci, tetapi kadang ada sesuatu yang membuatku ragu dan itu sangat menyesakkan dadaku. Aku takut itu pertanda bahaya. Baiknya ku tinggalkan Kamu untuk sementara waktu.

Pabila Kamu menyangka bahwa Aku sengaja berkritis "sok pintar" agar Kamu menarikku ke lingkaranmu, maaf, dengan tegas ku jawab: NO.

Aku sudah punya jalanku sendiri, passion-ku ada di titik lain, bukan di tempatmu. Pun sudah sering ku bilang, ketika Aku menyukai dan mengagumi sesuatu, belum tentu Aku terobsesi dan ingin berada di situ sebagai bagiannya.

Bagiku saat ini, partnership sejati itu soal cinta. Dan cinta tak akan tumbuh nyata tanpa hubungan batin yang kuat, berlanjut ke level komunikasi nyata, untuk kemudian membangun komitmen nyata. Cinta nyata adalah senyata-nyatanya yang paling Aku butuhkan.

Tak peduli seberapa jauh jarak waktu dan lokasi, Aku sedia menunggu sampai saat bahagia itu tiba dengan tiba-tiba. So excited.

:-*


Sayang, Pengisi Hatiku


Prosa-Puisi cute chat. Jika Bukan "Kamu", Tak Perlu Dengarkan Aku + 12.12.16
LDR, penuh ujian dan tantangan. ^^

Hey Kamu;
Apa Kamu pernah mengalami situasi seperti itu?

Ketika rindu terbelah benua, budaya, bahasa dan bicara pun lewat angin, sanggupkah Kamu menghadapinya?

Aku sudah beberapa kali berada di posisi itu. Jangan di kira ujiannya tak seberapa, jujur ku akui hal itu lumayan berat.

Namun, kebahagiaannya datang ketika mampu melewati waktu tunda yang berakhir pada terwujudnya janji bersua muka, entah pertemuan untuk pertama kalinya, kedua, ketiga, kesepuluh, dan seterusnya, (inginnya sampai dapat bertemu tiap waktu), itulah inti yang di harapkan oleh dua insan yang saling mencintai.

Dengan 'syarat'; Jangan asal percaya, harus punya kadar 'skeptis' yang mumpuni. Tidak grasak-grasuk dalam segala hal.

Yup, agak klise, tapi nyata. Ini berlaku untuk semua percintaan. Arti penting dari sebuah kepercayaan dan tanggung jawab. Itu kuncinya menurut orang tuaku, paman bibiku, dan kakek nenekku. Ehem.

Bila ada yang orang yang mengumpat bahwa hal begitu adalah "Bullsh*t" atau "Bohong", atau malah menyoraki "Boo Boo Boo", kemungkinan yang ada di pikirannya hanyalah tentang "kencan online" tak jelas dan segala macam jenisnya, begitu?

Jika di jawab iya..... Maaf saja, itu terlalu sempit, mungkin mereka butuh piknik lagi. (--Jangan ngamuk, Aku hanya menebak. Karena Aku pun *Katak di bawah tempurung.--)

Banyak orang yang kurang suka di comblangi secara formal dan kaku, apapun bentuknya, dan penyebabnya adalah tingkat tantangan dan perjuangan dari cara seperti itu kurang gereget.

Betul juga ya. Itu pula sebabnya Aku tak pernah bergabung di wadah khusus semacam itu. Tapi itu pilihan pribadi Aku. Selebihnya tergantung selera masing-masing orang saja, maunya cara yang seperti apa.

Sekali lagi, mari bertamasya. Agar kita dapat lebih memahami kriteria sebenar dari istilah LDR itu seperti apa dan bagaimana.

Terkhas untuk kesayanganku yang akan ku sayangi sepenuh hati suatu saat nanti: Don't be naughty.

:-)


Honey, Pengisi Hidupku


Prosa-Puisi fav story. Jika Bukan "Kamu", Tak Perlu Dengarkan Aku
40 years of entertaining > 1833 > Ducktales > Terangi kegelapan. ^_^

Hey Kamu;
Apa Kamu pernah mengoleksi cerita yang itu?

Kenangan sewaktu kanak-kanak yang tak pernah luntur dari minat dan gairahku sampai ke hari ini.

Dulu, Aku cuma mampu membacanya di perpustakaan umum atau hanya menumpang baca di rumah kawan. Tapi kini, Aku berbangga bahwa Aku telah mampu membelinya sendiri sebanyak-banyak yang Aku mau. Bahagianya bila dapat terus setia pada yang terbaik dari sekian banyak hal terbaik lainnya. Tanpa mengurangi kewajiban berbagi. Awesome.

Kamu lihat?
Betapa dahsyatnya pengaruh impresi indah pada seseorang kan?
Apakah kesan itu ada hubungannya dengan first impression?
Bisa jadi, namun tidak mutlak.

Yang terpenting adalah bagaimana kita membuat seseorang terkesan akan diri kita yang sebenarnya. Apa adanya, seimbang kurang-lebihnya. Jangan sangkutkan dengan unsur materil gemerlap melulu.

Sulit memang, sangat, karena tidak semua orang sudi menerima orang lain seadanya. Terlebih diriku sendiri pun masih jauh dari kategori "sempurna" dan terbaik.

Mulai dari tampangku, gayaku, sifatku, sikapku, sampai skill-ku pun masih standar dan biasa saja jika dibandingkan dengan mereka.

Ya Aku tahu, tak bagus membandingkan diri sendiri dengan orang lain, tak elok memandang rendah pada diri sendiri. Tapi, ini tidak bermaksud untuk berpesimis ria, hanya kadang pandangan semacam itu menjadi keharusan agar supaya kita tidak tinggi hati alias terlalu megah diri.

Sekarang.....

Dengarlah, bagian ini hanya untuk Kamu yang di situ,
Apabila Kamu juga berkesimpulan bahwa tingkah dan rupaku terlalu jutek, jelek, dan buruk untuk menjadi pendampingmu, tak mengapa, justru itu point pentingku dalam mengujimu. Maaf honey, Aku 'testing' kesungguhan hati kecilmu.

Kita berpisah jika tidak cocok. Kita bersatu bila memang dapat menyatu.

Layaknya Edisi spesial Ducktales tanpa kebohongan tak penting, di atas;
Ku kirimkan ini untukmu:

Wahai Pengisi hari-hariku di masa yang akan datang,
Aku dan Kamu,
Berharap kesucian takdir tak menolak sakralnya pertemuan,
Berharap kesenjangan kita tak mengubah tujuan yang diimpikan,
Berharap kekuatan kita tak hancur oleh badai cobaan,
Berharap kesederhanaan kita tak hilang termakan kejauhan,
Berharap keturunan kita tak sengsara tercambuk duka umpatan,
Berharap kebersamaan, Aku cinta Kamu, seperti Kamu mencintai Aku.

;-)




"Ketika Kau memintaku untuk jangan memikirkanmu (lagi), 
Maka Aku pun memohon padamu untuk melupakanku (lagi)"

Kecuali, Kamu yang sejati.

#Kasih #Sayang #Honey
Siapakah gerangan?

Whoever you are, Aku menunggumu.



♡♡♡♡ Iya, Kamu, Cintaku ♡♡♡♡


Thanks For Stopin' By My Blog
Admin's : Thanks to my family, best friends and readers for always supporting me .. ^.^

Tentang | Kontak | Pelaporan