Ngobrol dengan Bayang-bayang Tanpa WAR Koar

Rocks. Ngobrol dengan Bayang-bayang Tanpa WAR Koar

A Thousand Lies - Dead Skin Mask - Walk

Wahai Bayang-bayang,
Itulah 3 judul lagu yang kujadikan status di salah satu platform - medsos. Bagi yang suka Rock (pastinya termasuk Metal dkk) akan kenal dengan lagu itu dan ketiga Band legendaris itu. - Machine Head, Slayer, Pantera -

Lagu-lagu itu cenderung berbicara hal berat. Ada unsur 'ehem' tepatnya sosial politik, 'mungkin'. Ku katakan 'mungkin' saja, agar tidak disalahpahami lagi. Namun kata 'mungkin' itu tidak mengurangi indahnya kecadasan lagu-lagu itu di hatiku. ^_^ ♡♡♡♡♡

Ingin sekali ku 'mainkan' di telinga para 'itu' sekarang.

Katanya: "Kamu pembohong besar! Kamu hanya pandai memainkan kata, padahal semua hanyalah kebohongan! Kamu percaya doktrin bodoh yang bohong belaka itu, sebab kamu juga suka bohong! Piawai dan fasih! Penipu!"

Jawabku: "Mana yang bohong? Dan mana yang benarnya? Beri tahu bagian mana yang tipuan, dan berikan bukti kebenaran sanggahanmu. Setidaknya berikan argumen detail penjernihnya. Jika tak bisa, berarti justru tuduhanmu itulah yang bohong."

Hah, lucu kah itu? Hhhhh......

Bayang, Bayang-bayang, Bayangan,
Jangan samakan dengan "bayangkan" atau "membayangkan" atau "membayangi" dan "dibayangkan/i". Dalam konteks postingan ini, akan berbeda lagi artinya.

Ya, belajar berbahasa beserta aturannya agak berbeda dengan menulis beserta aturannya. Tapi kedua hal itu sangat sama. Bingung kan?

Oh, ada satu pertanyaan yang agak "dirty" soal penentuan aturan baru, kudapat dari beberapa omongan di sudut dunia maya; mungkinkah ada unsur "ego tertentu" sehingga ditentukanlah yang baru begitu?

Wiihh, Aku hanya bisa "menelaah" segitu, dan tidak hendak mengorek lebih jauh lagi. Ugh, Takut! Dimarahi: Ngawur Ngawur Ngawur Ngarang Kau. Ughuhu.

Aku pernah terpikir (paranoid): "jangan-jangan aku ini public enemy? Makanya ada muncul beberapa tanggapan tak jelas? Alamak? Waduh? Itu kan tak bagus, tak elok, tak enak lah." ..

Tetapi setelah ku pikir-pikir lagi, tak mungkin lah aku jadi musuh publik. Ku periksa ulang dan ingat kembali kelakuanku di publik, tak ada yang seaneh apa. Kalaupun ada yang kurang bagus, (not perfecto), aku tak sampai ganggu atau hina orang. Tambah lagi, aku kan bukan orang terkenal.

Dasar si 'itu itu itu', bisanya berkoar-KOAR kemana-mini. (Hahay hay hay hahay) .. "Freedom of speech is hoax?" .. Serem, takut, kabuuuurrr..

Wahai bayang,
Kenapa kita malah lari ke topik begitu?
Waaaaaaa, maaf yaaaa.. Melantur jauh, Sorryyyy....

#Peace yo

Bayang-bayang,
Pada tulisanku tentang Para Pembuyar, ku sebutkan bahwa aku ingin orang datang melihat karyaku, bukan pribadiku. (Pribadi = Personal; Private; Privacy.)
    Ketika kita bicara "Karya vs Pribadi", pastilah kita ingin orang fokus pada kreasi orisinal kita, bukan semata pada "siapa" yang menghasilkannya.
    Ketika kita bicara "Penampilan/Harta vs Pribadi", pastilah kita ingin orang menerima dan menyayangi kepribadian kita lengkap dengan kelebihan dan kekurangan, bukan semata pada "kemewahan/gelar" kita.

Ya, kamu, Bayanganku,
Kamu akan terlihat hanya bila ada cahaya. Itupun hanya sewujud bentuk/blok, siluet. Jika aku ingin melihat bayang sebenarku secara utuh dan jelas, di butuhkan sebuah cermin bersih, tidak buram.

Tapi tak lupa bahwa jika tidak ada sinar, kamu tak akan muncul. Tepatnya tak bisa muncul. Kamu tak suka gelap, sama denganku. Makanya aku pun butuh cahaya.

Meskipun ada kalanya aku harus meredupkan cahaya yang sudah kuraih sendiri untuk sementara waktu, itu demi dan disebabkan oleh sesuatu. Yang pasti, itu daerah pribadiku yang terdalam. Don't bother.

Kamu dengar itu, kan.


Ugh kesal rasanya, tapi cuma bisa ngomel sendiri.

Ya Sudahlah;

Wahai Bayang-bayang,
Bagaimana rasanya kalau ada yang mengambil hasil jerih payah kita dan lalu mengakuinya sebagai miliknya? ..

Bahkan yang lebih parah, justru kita yang balik dituduh "mengambil", pasti kesal dan pengin ngamuk sejadi-jadinya kan? ..

Tapi, Ortu aku juga bilang: "Sudahlah, biarkan saja, jangan ribut-ribut di Internet. Banyak orang "pintar" (orang "hebat"), nanti kamu semakin dibuat susah."

Yeah, itulah sebab lainnya kenapa aku tidak (atau belum) lapor terus-terusan.

Lagipula ranking dan pengunjung blog tidak terlalu (atau belum) terpengaruh oleh itu. Pengaruhnya dari hal lain. Proved.

Seandainya masalah itu sampai mengganggu akun dan privasi karyaku lebih jauh, mungkin aku akan lakukan ......... ^_^

Yup, banyak cara untuk melapor, kita tinggal pilih.


Tercinta, Tersayang, Love, Salute, Lovely.

Ingin bilang: Thanks ya;

Wahai Bayang-bayang,
Ada orang-orang spesial yang selalu mengerti aku,
Meski aku sering ngeyel, mereka tetap berada disampingku.

Misal jika aku tahu bahwa aku salah tapi maksa tetap benar,
Mereka dengan sabar menunggu sampai aku dingin,
Lalu mengingatkanku lagi dengan perkara yang lebih benar.

Kala aku jatuh setelah berupaya naik,
Hanya mereka yang sudi mendampingi.

Mereka kenal aku,
Mereka tahu seluk-beluk aku,
Mereka tahu sepak-terjang aku,
Mereka tahu keunggulan-kelemahan aku,
Dari seleraku sampai "keliaranku" yang tertumpah-ruah di kertasku.

Hanya mereka yang paham.

Bila nanti aku betul sukses meraih impian sejatiku,
Itu semua akan kutujukan untuk mereka,
Tanpa mereka mungkin aku sulit bertahan untuk terus berjuang,
Aku bangkit untuk diriku, dan untuk mereka,
Kemandirianku pastinya berkat kesabaran mereka juga.

Tercinta, Tersayang, Love, Lovely, Salute.


Sudah segini saja unek-unek yang bisa ku sampaikan pada bayangku.

Untuk pembaca; Makasih sudah singgah. ^.^


Thanks For Stopin' By My Blog
Admin's : Thanks to my family, best friends and readers for always supporting me .. ^.^

Tentang | Kontak | Pelaporan