Hanya Bila Aku Mati (Rasa) ..

Prosa-Puisi. Hanya Bila Aku Mati..

What the HACK!
Aku tahu kau (dan kalian) sering mengintipku
Tapi dikarenakan aku ini bodoh nan dungu dan tak tentu
Aku tak dapat pastikan, dari lubang mana kau intip aku?

Apakah dari Lubang perangkat-ku?
Apakah dari Lubang sambungan-ku?
Apakah dari Lubang akun-ku?

Atau dari lubang hidungmu yang gelap itu?

Apa tujuanmu?

Menyadap agar sedap?
Mengorek untuk mengejek?
Menyetel untuk mencongkel?
Mengontrol untuk mencokol?

Percayalah, kau salah tempat
Ini bukan sasaran tepat untuk kau babat
Aku bukan siapa-siapa, telah kau lihat
Tidak sekalipun aku sesumbar mengaku hebat
Justru kau yang merasa kuat hanya dengan ilmu sekelebat
Bisa saja nantinya nihil yang akan kau dapat
Sebab kau hanya angkuh berbalut muslihat

Dek,
Kau ketawa jemawa terbahak 'penyek'
Mengaktifkan 'korek', lalu 'gesek', akhirnya 'ringsek'
Jangan sampai kau sesak sampai 'bengek'

Yang asli, tak mungkin melakukan apa yang telah kau lakukan
Yang berisi, akan selalu menggunakannya demi kebajikan
Yang berhati, pasti menghindari tujuan ke-bajingan-an

Kau boleh senang setelah mengoyak sisi pribadiku
Menjegal kebahagiaan kemajuan tiap langkahku
Tapi jangan lupa bahwa sebagian besar ide sebenarku ada dalam pikiranku
Bisakah kau bongkar benak alami yang terbungkus tempurung tengkorak kokohku?

Susup apa saja yang kau inginkan
Sampai menekan dan mengguncangkan
Selama ini sudah ku perlihatkan dan biarkan
Sekarang tolong bersihkan dan hentikan
Sudikah kau, gan?

Rupanya kau enggan untuk meng'iya'kan

Baiklah, kini aku sampai pada simpulan
"Hanya Bila Aku Mati, Barulah Kau Puas dan Mengerti", Kan?


No, I knew nothing, so........ that's why........

Aku cuma bisa peringatkan,
bukan untuk memberi jebakan.

Aku tidak berada di zona penghakiman,
namun jengah gerah oleh kekacauan.

Aku enggan lakukan,
sebab kalian lah yang mulai singgungkan.

Aku lihat kalian terbuai pada keseronokan,
entah itu bentuk penyelidikan atau bukan.

Aku harap berhentilah menyebarkan,
sebelum ada titik konkret kesesuaian.

Aku tak sudi jadi cadangan,
maka baiknya kalian pun tak punya simpanan.

Aku mohon kalian segera menjernihkan,
agar semua tenang nan tercerahkan.

Tertanda;
Orang awam yang (kurang) paham bagaimana cara bergumam dengan tajam.
Orang awam yang (belum) khatam bagaimana cara menghantam kapal karam.
Orang awam yang (agak) pitam bagaimana cara melacak jeram di jurang curam.
Orang awam yang (tidak) tersiram bagaimana cara menyelam untuk membungkam.


Kini, Aku lihat bahwa semua itu memang terpelanting

Topeng teriak Topeng mengalih lajunya lajur

Telah kerontang minat dan respek tehadap titik titik tertentu itu
Para perusuh lusuh masih saja saling menggoyang kelucuan lugu

Meski isu dianggap peluru
Namun faktanya cuma begitu itu melulu
Kegetiran membosankan yang semakin tak seru

Aku awam, hanya pernah berkata;
Bukan soal asli atau palsu,
Tapi itu tentang persepsi yang kurang tentu.

Siapa pencuri itu?
Mengapa tercuri itu?
Apa yang dicuri itu?

Mana yang semestinya dicari oleh para pencari?
Dari sudut mana pemburu itu?
Ada yang berbedakah pada gelombang itu?

Itu tanpa tuju? Mungkin!

Tapi yakinlah, ending-nya pasti Disrespect rancu

Sebabnya;
Warga sejati enggan peduli,
We Love Peace! Kami cinta damai,
Itu saja yang perlu diketahui.

(Unless, you all "start" it again... tapi.. ah sudahlah!)

I'll never salute y'all anymore!
And i know yall won't care about that at all!

Whatsoever, enjoy your own game!

(Or) go 'unmask' yourselves, Fake Phantoms?

~ !Oops! ~


'Rocking Rolling The Rhythm'!
Wooffhh woofhhh
Meaow meow
Moooo ooo

And,
Fishing tanpa umpan dan kailnya,
End.

-for now NOT by now-

----

BUT NOW, YES, DONE!

..GoodBye..

☺ ☺ ☺ ☺ 


SADS = Saya, Aku, Daku, Senyum.


Thanks For Stopin' By My Blog
Kategori: ,
Admin's : Thanks to my family, best friends and readers for always supporting me .. ^.^

Tentang | Kontak | Pelaporan