(No Hatred) Cukup Hanya Aku, Jangan Mereka

Prosa Puisiku untuk keluarga, kawan baik, dan pendidik
"Pengalaman adalah pengajar terbaik." (pengalaman memang selalu baik dan pasti tak pernah menipu. Namun, oknum pemilik pengalamannya belum tentu.)

Sejatinya,
Pengalaman jualah yang (akan dan/atau) telah mendewasakan kita,
Pengalaman baik itu tak akan dapat terbayar oleh apapun, dari kecil hingga dewasa.


Cukup hanya Aku yang bersalah di matamu, jangan salahkan mereka.


Cukuplah hanya Aku yang menanggung pedih akibat kelemahanku sendiri

Cukuplah hanya Aku yang menanggung perih akibat kesalahanku sendiri

Cukuplah hanya Aku yang menanggung pasrah akibat amarahku sendiri.

Jangan salahkan keluargaku jika aku tak mampu membahagiakan kamu dan kamu;
Bukan karena mereka tak bisa membimbingku, tetapi Akulah yang tak bisa dibimbing;

Jangan salahkan kawan-kawan baikku jika aku tak mampu menjadi teman baikmu;
Bukan karena mereka tak bisa menegurku, tetapi Akulah yang tak bisa ditegur;

Jangan salahkan almamaterku jika aku tak mampu mengajarimu;
Bukan karena mereka tak bisa mendidikku, tetapi Akulah yang tak bisa dididik;

Walau sejatinya
Hanya mereka lah yang benar-benar berjasa dalam hidupku

Aku patut bersyukur oleh itu
Maafkan aku bila aku masih mengecewakan kalian

Aku, hanya aku, di sini, bersama kalian di hatiku

Nanti, suatu saat, bila Tuhan izinkan,
Akan ku sertakan kalian semua di kolom spesialku
Karya impianku yang sedang ku upayakan jadi nyata

Di sana, 'kan ku sebut barisan nama itu sebagai "My Best Love and Lovely People".

(❤)

Sebuah contoh "kebencian" salah sasaran:


Dear 'Adek' ("-di sana-"),

Boleh tanya kan....
Kenapa kamu sinis sama adik-adik saya?
Mereka punya salah sama kamu?
Kayaknya nggak mungkin ada, kalian kan baru kenal, betul toh?
Itu pun kalau memang saling kenal, sepertinya kalian cuma sebatas saling "tahu" doang, kan?


Mungkin saya akan coba untuk keGe'eRan sedikit....
Jangan-jangan kamu 'benci' mereka karena kamu benci sama saya ya?

(Meskipun kita tidak saling 'kenal', bisa saja kamu pernah secara tak sengaja mampir ke blog ini atau terdengar kabar tentang 'keburukan' saya -yang dibuat-buat oleh sekelompok orang itu-)

Yah, tak apa dek, terserah kalau gitu, benci saja, itu hak kamu.

Toh sejak awal,
"Orang-orang tertentu itu" bilang bahwa:
Ini Blog dungu,
Terus Blog abal-abal,
Lalu Blog kloningan,
Kemudian Blog hoax,
Selanjutnya Blog lebay,
Sekarang malah dibilang Blog parodi humor,
Esok besok tomorrow entah Blog apa lagi yang akan terasumsi oleh orang-orang itu terhadap saya.

Biar saja lah.
Satu per satu teori ajaib dan bantahan orang-orang itu telah pun rontok terpatahkan, sedikit demi sedikit tapi pasti.
Makin terlihat bahwa justru "serangannya" itulah yang berakhir kecele habis-habisan.
Ternyata kan... yang tukang pelintir, parah, payah, pongah, ya "ituh".

Jadinya bikin ketawa sampai nangis dan tertawa lagi. #Eh

So, Adek,,, tolong, cukuplah hanya saya dan karya saya saja yang kamu eneg-kan, jangan kamu libatkan adik-adik saya.

Mereka hanya menumpang berekspresi di sini. Latihan. Menyalurkan unek-unek ringan. Who knows kedepannya mereka bisa lebih mantap dibanding kita. The next big things. Amin. ♡

Intinya: saya tahu betul bahwa adik-adik saya tak pernah sekalipun mengganggumu. Wasted.

Urusan saya; Ada "beberapa titik" di blog ini yang memang sengaja harus "seperti itu" untuk ditujukan ke "orang-orang tertentu" itu.

Bila kamu anggap saya pembohong besar, ya sudah, no problemo, rapopo, tak ape, anggap apa lah sesukamu.

Sekali lagi, Cukup hanya Aku, jangan Mereka. >> Biarlah hanya saya yang hadapi "dilema nggak penting" itu! <<

Lanjutkan perjuanganmu, semoga prestasimu bermanfaat positif bagi banyak orang. Good Luck. Adek!

^_^

Again: Thanks buat my true love - soulmate, pastinya juga keluargaku, serta semua teman & kawan & rekan & guru & dosen, loves y'all.


Thanks For Stopin' By My Blog
Admin's : Thanks to my family, best friends and readers for always supporting me .. ^.^

Tentang | Kontak | Pelaporan