Tong Kosong Nyaring Bunyinya - Memang Empty Atau?

Tong Kosong Nyaring Bunyinya - Memang Empty Atau?
Image  © Eva d0LLzz
Hello Dears, pernah dengar peribahasa seperti dijudul postingan ini kan? .. Pastilah ya, itu merupakan salah satu peribahasa paling populer dan diingat.

"Tong Kosong Nyaring Bunyinya" - Kalau di terjemah ke Bahasa Inggris secara langsung sih jadinya begini: "Empty drum gives loud sound".

Tetapi ada peribahasa Inggris lain nih yang memiliki arti sama, yaitu: Empty case has louder sound, Atau, Empty vessels make the most noise.

Lalu, Artinya apa?

Logikanya:

Seperti sebuah Tong (Drum) yang tidak ada isi, bila dipukul pasti bunyi yang dihasilkan akan sangat nyaring.

Setelah itu, coba di isi dengan sesuatu, tidak usah penuh, setengah tong saja, pasti bunyinya akan lebih nge-bass alias lebih rendah dari sebelumnya. Kan?


Nah dari situ sudah pasti akan sesuai dengan arti sebenar yang kita ketahui selama ini:
  • Orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu.
  • Orang yang terlalu banyak omong biasanya justru tidak terlalu paham pada pokok masalah pembicaraannya atau pembicaraan orang. 
Mungkin bisa di sangkut pautkan dengan:
Terlalu banyak mengomentari orang, terlalu banyak janji-janji, atau terlalu banyak koar-koar ini itu tetapi tidak bisa menunjukkan bukti nyata tentang apa yang di bicarakannya itu.

Persamaannya:
Air beriak tanda tak dalam. Orang yang ilmunya sedikit biasanya suka ramai banget.

~o0O0oo0O0oo0O0o~

Untuk zaman dahulu memang hal itu benar, orang-orang dulu (angkatan Kakek Nenek & Ayah Ibu kita) jarang ada yang kurang aj*r atau bermulut besar seperti tong kosong.

Jadi, orang yang sering ngoceh sembarangan ya bakalan cocok sama pepatah itu. (Kayak lagu Slank: Band Terfavorit Sepanjang Masa - Salut ^.^)

Kebanyakan dari masyarakat dulu selalu tahu mana yang patut di ungkapkan secara gamblang, mana yang harus di saring, dan mana yang tidak perlu di katakan ke siapa-siapa. Mereka Sejahtera.

Eits, bukan berarti saya tidak suka perkembangan dan kemajuan zaman. Saya hanya salut sama kegigihan dan kesantunan orang dulu.

(Kalau ada mesin waktu, saya ingin berkunjung ke tahun 1600 - 1985, pasti asyik, sekalian bertemu para pelukis, musisi dan penulis novel legendaris, muantebz :D).

~o0O0oo0O0oo0O0o~

Back to Topic;

Terkadang disaat kita benar-benar membagikan apa yang kita ketahui (tidak ngasal, tidak hoax) dan juga hanya ditempat yang seharusnya pun masih saja dianggap bohong, bodoh atau dikata-katai seperti peribahasa itu.

Lha wong kita berbagi bukan semata-mata untuk dipandang berilmu atau hebat kok, hanya menyalurkan hobi tulis menulis sambil membagi pengetahuan. (walau ilmu dan pengalaman kita masih dangkal .. Kan masih sama-sama belajar).

Jadi, mungkin saja faktor pemberian label "tong kosong" itu sekarang tidak lagi didasari oleh makna peribahasa tersebut, tetapi dikarenakan oleh faktor lain.

Faktor apa nih? .. Entahlah, mungkin "cari sensasi"? Ata mungkin juga "sirik tanda tak mampu"? (Apa sih yang di "iri" kan dari orang biasa seperti kita?)


Hati-hati lho, tidak semua orang bisa menerima kritikan yang terlalu ceplas ceplos dan terlalu kasar. Bagi yang tidak kuat (seperti saya), bisa saja malah tambah down atau malah mengakhiri hidupnya.

Aduh, jangan sampai begitu ya.

~o0O0oo0O0oo0O0o~

Oke dears,

Have a nice day, pastikan orang-orang disekitar Anda dapat dipercaya, penyayang, dan baik. Yang lurus dan wajar saja, gituuuu.

Amin ^_^

p.s. it's not about complaint, cuma curhat kurang jelas.


Thanks For Stopin' By My Blog
Admin's : Thanks to my family, best friends and readers for always supporting me .. ^.^

Tentang | Kontak | Pelaporan