Teruntuk Dirimu, Kembalilah, Tinggalkan Si Racun

Teruntuk Dirimu, Kembalilah, Tinggalkan Si Racun

Kau! "Penjahat" 'istimewa'!

Waktu kecil,
Kau memang lasak bagaikan kepala puak
Rajuk amukmu kadang manis sebab kau pitak
Inginku jitak tapi tak tega pulak

Itulah,
Segala ke'aneh'anmu masih dapat dibendung dan selubung
Luapkan amarah, Luahkan rasa, Berganti sanjung
Kau adalah si kecil yang muncung dan mancung

Ku mengerti, sebab Aku pun tak sesempurna mana

Namun kini semuanya tercecer buyar
Dilema-ku memuncak buatku tergelepar
Terdampar di lubang pilu berdinding kasar

Aku sayang kamu,
Ku harus mencari penyebab buyarnya ketangguhanmu

Aku tahu sesungguhnya kau baik, kau berbakat, kau punya skill
Namun sayangnya kau terlanjur salah pilih teman
Tambah pula kalian bergabung dengan para predator
Pemangsa hati, pemangsa materi, pemangsa empati, tak ada simpati

Ku lihat mereka, sekelompok zat racun mematikan yang kau puja
Kau mengenal para racun itu dari para peracun
Zat Narkoba, Alkohol, Judi

Meski Aku tidak pasti,
Apa betul mereka itu adalah "Zat"?
Atau mereka itu hanyalah senjata "harakiri"?
Iblis bermata seribu juta miliar triliun bak total rampasan para "elit"?

Jika kau hanya sedikit mencoba atau sekedar ikutan demi sosialmu
Itu urusanmu, segala resiko kau yang tanggung sendiri
Tapi nyatanya Kau melibatkan orang-orang yang tak terlibat
Artinya Kau memang sudah payah dan terpayah

Dengan racun itu,
Kau herdik hina caci semua orang yang menghalangimu
Kau teror orang yang lemah
Tetapi kau justru tunduk pada yang lebih lemah
Bahkan Ibumu pun kau sinisi
Apalagi yang lainnya?

Mengapa tak kau gunakan "keberanian semu" kau itu untuk memberantas nafsumu sendiri?

Apa kau takut pada dirimu sendiri?
Nyerikah tubuhmu bila kau melihat cermin di sana?
Sosok yang terpantul akan berkata dengan lantang padamu: "Wahai Aku, mengapakah Aku menyakiti Aku!?!"
Kau tak akan sanggup mendengar itu kan?

Apa yang kau cari?
Apa tujuanmu?
Ambisi? Obsesi? Nutrisi?
Racun-racun pujaanmu takkan paham semua itu!
Mereka hanya peduli pada hasil rampokannya

Kini kau senang, tapi ketika kau tergeletak tak berdaya
Barang pujaanmu itu akan terbahak riang

Daging dan ototmu tak lagi mampu membungkus tulang di tubuh 'junkie'mu itu
Yang tinggal cuma kulit keriputmu di sana
Kulit itu tak pergi, Ia tak tega memamerkan reput rapuh tulangmu jika Ia pergi

Tolong pikirkan,
Sudah siapkah kau menghadapi kondisi itu seorang diri?
Tanpa orang-orang yang "sok mengaku kawan" itu?
Dan para pemangsa kebanggaanmu, kemana mereka nantinya?

Yakinlah, mereka akan pergi meninggalkanmu sebelum sempat Kau tinggalkan!

Kembalilah ke jalan sebenarmu
Ingat tentang keturunanmu kelak
Yang mungkin akan mengimbas kelakuanmu di masa depan
Mereka akan sedih -bukan benci-
Tetapi, tegakah kau melihat mereka menangis lagi dan lagi?

Please...........
Hentikan petualangan hampamu itu..

Atau mungkin kau ingin mendengar suara sirine yang datang menjemputmu!?!
Selanjutnya kau ditinggal di ruangan penuh sesak pengap dan terpencil?!?

Ku mohon, jangan sampai itu terjadi.....

Jadi, kembalilah........

Kami sudah sering membantumu, mendampingimu, memaafkanmu
Tapi kau tak peduli, kegilaan akibat peracun itu kerap kembali ke otakmu
Berapa banyak waktu, tenaga, dan air mata telah terbuang untukmu?

Entahlah....

Sampai nanti bila Tuhan menghendaki, keajaiban indah akan tiba kehadapanmu

.. Semoga...............!

~■~▪~~♡~~▪~■~


Thanks For Stopin' By My Blog
Kategori:
Admin's : Thanks to my family, best friends and readers for always supporting me .. ^.^

Tentang | Kontak | Pelaporan