Judulnya Apa Ya? - Trend Sosial Yang Ramai Di Internet?

Trend, Ironi, Dilema.
Ini trend atau bagaimana ya?

"Trend Sosial" Media Sosial Dan Internet - Hello Dears, kalau membahas trend internet & media sosial secara umum sih biasanya akan menyangkut trend yang wow. Seperti: trend marketing/bisnis, produk baru, atau fitur baru untuk pengguna.

Lalu bagaimana dengan user trends? atau yang mewabah di kalangan internet society mungkin? ..

Maksudnya, Trend lama atau fitur yang menjadi populer secara berlebihan akibat terlalu eksis dan aktif-nya pengguna di media sosial atau internet?

Apakah anda bingung?

Sebenarnya sederhana kok Dear, masalahnya ada di saya nih, yang kurang keren menerangkannya, maklum, Pentium Satu :D

Berikut adalah beberapa postingan lawas saya. Sebagian masih begitu, sebagian lagi merupakan beberapa point yang ternyata oh ternyata, kita tertipu oleh tren banjir info.

Bingung lagi?

Langsung lihat ocehan saya berikut ini saja yuk...... 6 points, yang menurut saya masuk ke dalam Trend, Ironi, Dilema:

Trending. Selfie. Troll. Bully. Meme. Tag. Hashtag. dll, dst, dsb..

Yup, jika terlalu taksub dan hanya berpedoman pada Trend tanpa arah jelas, jadinya malah Ironi, bila terlanjur masuk ke dalamnya bisa Dilema dibuatnya.

Berlomba supaya tidak kudet (kurang up to date), seolah emoh ketinggalan berita, atau bahkan Sekadar ingin jadi seleb? Agar bisa nongol di tipi atau berita besar? Ingin menjadi yang terdepan dengan melahap apa saja yang terbaru?

Boleh, bagus juga untuk memotivasi, biar maju dan modern. Namun, jika dilakukan secara serampangan, hasilnya ya Terkecoh! .. T_T ..

*Look, ini yang akan terjadi selanjutnya:


1. Selfie


2015

Berfoto sendiri dengan berbagai gaya melalui gadget tercanggih, lalu bagikan ke internet atau tepatnya media sosial, itulah selfie.

Tapi, seiring berkembangnya trend ini, ada banyak sekali kategorinya. Dan ada juga orang yang menyebut foto narsis lainnya sebagai "selfie" walaupun foto itu bukan diambil sendiri, melainkan di shoot orang lain.

Untuk mengetahui beberapa kategori selfie yang populer, bisa iseng-iseng baca: Jenis-jenis Selfie ya.


Oke, simak link itu saja ya.... Untuk membaca celotehan tentang selfie versi saya. Ihihihi. ^^

2. Meme


2015

Ya, memang lucu dan kreatif. Gambar/ Video kreatif. Ada yang croping wajah lalu di pindahkan ke gambar lainnya, ada juga yang membuat dialog, ada yang membubuhi foto dengan kata-kata unik, ada juga yang merge video, dst..

Tak heran juga kalau di media sosial terutama facebook banyak bermunculan group khusus untuk pengguna yang ingin berbagi kreasi meme.

Setiap peristiwa unik yang terjadi pada selebriti, orang terkenal lainnya maupun orang biasa, bisa di sulap menjadi hal yang lebih menghibur oleh pengguna internet kreatif.

Yakin deh, kita semua senang dan enjoy sama semua kreasi itu kan?

Bila sebelumnya ini bertujuan untuk suka-suka (sekedar trivia) dan saling berhibur, sekarang ini kok malah jadi berlebihan dan terkadang hasilnya agak "kurang asem" juga ya?..

Mentang-mentang sedang trend, setiap menit ada saja yang muncul di newsfeed atau timeline. Hihi. Tapi saya yakin, nanti pasti ada trend lanjutan terkait meme ini, yang lebih kreatif pastinya..

Dan semoga tetap positif, jangan sampai berbau penghinaan atau Tanpa aturan utama konten Internet ya. ^ ^

2017

Yaaaa, saya kurang ngeh dan kurang fasih bicara Meme sebetulnya. Heheh. Kalau kita periksa dengan lebih dalam sejarah dan arti meme, ternyata memang banyak lagi hal lainnya diluar yang telah kita ketahui selama ini.

(Tapi.... Saya kok males ya merincikan lagi di sini, mungkin karena saya kurang berminat berkecimpung di meme. Jadi, anda cari lagi sorang jer lah ye. ^^)

Yang pasti, saya sering banget terkecoh sama "meme", (kok malah bangga yak? :D), tak kirain bener, lhaaa ternyata editan iseng. Asem betol. Uuuu. Simak poin nomor 5 dibawah.


3. Hashtag (#)


2015

Tagar, begitu bahasa bakunya. Hashtag ini berfungsi untuk memisahkan konten yang telah dibagi oleh pengguna berdasarkan kategori. Sama dengan "Tag" atau menandai.

Misalnya kita share status tentang perjalanan wisata, maka kita akan tambahkan #traveling atau #backpacker di awal atau akhir postingan status. Begitu juga dengan foto.

Pengguna lain yang ingin mencari info tentang topik tertentu bisa mengetik #xxxx di search box. Maka hasilnya akan banyak sesuai yang di cari.

Nah yang agak sedikit 'mengganggu' akhir-akhir ini adalah spams. Captionnya tidak nyambung sama # demi promosi sesuatu. Kalau cuma 5 sampai 6 sih masih ok, tapi kalau 50 per menit? (Namanya juga spam ya) Pusinggg >_<

Selain itu, penggunaan # ini sekarang lebih sering di tujukan untuk meraih "trending topic".

Tapi di instagram dan google+ sih masih lumayan relevan sama konten, tetaplah begitu, jangan sampai berubah pleaseeeee .. :D

2017

Yup, itu dia penjelasan nonteknis ala saya. Maklum lah kalau terdengar sangat awam. ^^

Tag vs. Hashtag, apa perbedaan lanjutannya hayoo? Cari ndiri ye, ojo terlalu manja. :D

Terus, tagar itu ternyata tanda pagar, saya baru tahu lho, xixixi, biasanya dalam keseharian saya menyebut 'tanda kres', atau cuma sebut kres, ya macam gitu lah pokoknya. Cuma itu yang saya ngeh, nyambung ke musik soale. ^^


4. Slang


2015

Secara singkat berarti "Bahasa tidak formal/logat populer". Kalau di era ini bisa dikategorikan sebagai Bahasa gaul juga.

Dalam dunia Tech, lebih dikenal dengan sebutan Internet Slang, terdiri dari akronim atau frasa-frasa tertentu.

Awal mula populernya slang ini adalah pada era sms, dengan shortcut texts, atau shorthand gitu ya. Lalu berlanjut ke internet, tepatnya di dunia perchattingan.

Kalau sekarang? Ya sudah pasti media sosial dan forum-forum.

Pemakaian internet slang ini masih sering diperdebatkan lho, sudah ada berbagai anjuran agar menggunakan bahasa baku dan tidak menggunakan slang di halaman atau status media sosial, tapi sepertinya masih belum bisa menghentikan pengguna :D ..

Karena tujuannya tidak hanya demi gaul, tapi sekalian untuk menghemat jumlah karakter yang terbatas juga kan. (Saya salah satunya, huhu ^^)

Beberapa contoh internet slang;
OMG (Oh My God)
SMH (Shaking My Head)
LOL (Laughing Out Loud)
YOLO (You Only Life Once)
CU (See You)
..... Etc (Et Cetra - And so on)

Indonesia:
T o p b g t (te o pe be ge te - top banget)
Gaje/Geje/GJ
Bingit
Kamseupay (ding dong :D)
Jadul (jaman dulu)
Lebay
Alay
Curcol
Sotoy
Baper
.....dst

Kata/frase yang semakin populer di Internet:
Viral
Offensive
Sexism
Racist
Blog / Online Journal
Sharing
.....And so on......

2017

Yak, bagus sekarang netizen sudah mulai menggunakan bahasa penuh (tidak harus baku kok, yang penting jangan keseringan pakai slang/gaul, banyak yang bingung ntar.)

Namun, sayangnya isi dari bahasa pada status atau tulisan masih ada (banyak) yang begini:


5. Hoax


2015

Adalah sebuah lelucon atau keisengan. Awalnya sih sering di pakai untuk lucu-lucuan semacam prank (ngerjain orang). Jadi, hoax = fiksi, bisa dibilang begitu.

Tapi lama-kelamaan jadi serius nih, cerita buatan yang dihasilkan sering kali tidak tanggung-tanggung. Sampai tentang "kepergian" tokoh/ selebriti dunia, padahal yang bersangkutan masih segar bugar.

Contoh lain yang paling populer adalah tentang jasad Alien dan penampakan Putri Duyung. Setelah di selidiki, ternyata itu hanya ulah usil para remaja. Dan banyak lagi yang lainnya.

Di sisi lain, kebalikannya, yaitu "pikiran yang terlalu mudah ragu/ tidak gampang percaya". Ini bagus sih (saya juga begitu ketika pertama kali dengar sesuatu yang aneh, saya akan kepo mencari tahu lagi kebenarannya)..

Tapi kalau langsung 100% menganggap 'suatu berita' sebagai Hoax sebelum adanya unsur periksa atau pengamatan terlebih dahulu, apa itu namanya? hmm? Is that Skeptical?

Dan apabila ternyata berita yang dituduh hoax itu adalah fakta, bagaimana? .. Sedikit-sedikit hoax,,, hoax kok sedikit-sedikit .. Woopsie. *Kidding.

Karena itulah saya memasukkan poin ini sebagai trend (yang populer) di media sosial dan internet, soalnya ramai banget kan.. ^_^

2017

Lho lho lho, hoax kok fiksi? hoax kok prank? hoax kok gurauan? Impact dan efek yang ditimbulkan sangat besar dan fatal, kenapa santai menyebutnya cuma joke? Ngawur nih.

Ehem, anda kritis dan cerdas kalau anda melontarkan komentar begitu setelah membaca tulisan lama saya tersebut. Saya salute anda. ^.^

Coba perhatikan contoh-contoh yang saya sertakan, begitulah yang sering terjadi di ketika dulu. Hal-hal semacam itu yang hoax, itupun baru di cap hoax setelah terbukti bahwa itu memang rekaan. Tujuannya ya memang bikin heboh, individu/kelompok kecil yang ingin ngetop lah istilah kasarnya.

Atau,

Pernah dengar tentang Hoax ("keisengan") Arthur Conan Doyle? Bahkan katanya ada yang untuk 'balas dendam' ke Harry Houdini. Ada pula yang bersangkut paut dengan teori Charles Darwin. Coba cari deh, seru.

Satu lagi,

"editan" gambar yang menampilkan Proklamator kita Ir. Soekarno yang sedang berjabat tangan dengan Adolf Hitler.

Wiih, nekat, sepanjang pengetahuan cetek saya, sejarah tak pernah mencatat begitu deh ah! #Cemberut sambil memeriksa lagi... jreng jreng.. (-_-)

Tambah dikit,

Mengenai perdebatan Bumi bulat vs. Bumi datar, anda percaya yang mana? Itu termasuk hoax atau konspirasi? Atau hanya kehebohan sesaat?

Kalau saya, percaya bahwa bumi itu ada, tak peduli bulat atau datar, yang penting masih bisa ditinggali. Gitu ajah. (Saya suka hal-hal yang berkenaan dengan angkasa dan NASA.)

Yea,

Jenis Hoax yang tak jelas selalunya sih mudah dilacak kebenarannya, mudah dipatahkan (dibandingkan dengan yang ...... apa ya.) Oops. uhuk.

Wokey,

Itu kemarin-kemarin. Sekarang bagaimana? Beuh, jangan ditanya.!

So.......
  1. Selidik/periksa terlebih dahulu, sebelum menuduh sesuatu/kabar itu sebagai Hoax;
  2. Selidik/periksa terlebih dahulu, sebelum mempercayai sesuatu/kabar itu bukan Hoax;

Coba bedakan ini:

Fiction (dalam karya tulis/sastra, gaya menulis yang pada tempatnya)
vs.
Hoax (kebohongan/cereka iseng)
vs.
Disinformation (false information, misinform, menyebabkan salah tangkap informasi, biasanya fatal)
vs.
Misleading (penyesatan, menyebabkan kesalahpahaman)
vs.
Fake News (Berita palsu, menyebabkan kegemparan tapi ternyata kosong, kurang bertanggung jawab)
vs.
Hype (Sensasi atau promosi berlebihan atau opini bias, kadang indah kabar dari rupa, malah jadi menipu)

*News artinya berita, bukan dalam artian kabar berita biasa atau curhatan rakyat/pengguna biasa, tetapi ini dalam konteks pemberitaan yang berasal dari sumber utama informasi publik, atau kabar yang melibatkan hal/peristiwa/tokoh besar.

(Sepertinya kita bingung dan "agak salah kaprah" tentang definisi Hoax ya? Mari kita cari tahu sedikit lagi, ini: https://duckduckgo.com/?q=hoax+meaning .. See that? .. ^_^)

Other:
http://www.tipsiana.com/2017/04/tips-jitu-kenali-berita-hoax-di-facebook.html
>> (but.. point number 9?) <<

Apapun itu.... Tetaplah positif. Dan hati-hati. Ya. Terus berbenah diri masing-masing agar bisa makin baik.


6. Troll / Bully (?)


2015

Sebenarnya saya kurang yakin apakah ini termasuk trend atau bagaimana. Tapi kenyataannya memang dua hal ini lumayan ramai di internet.
  • Troll merupakan komentar yang melenceng dari topik postingan (off-topic). Baik di status, forum atau artikel. Dan selalunya trolls ini akan ketus, sinis dan cenderung tidak sopan (meremehkan). Tujuannya yah memanasi 'pengguna' lainnya, semacam provokasi juga.
  • Bully lebih sering diartikan sebagai tindakan menindas. Dulu 'kegiatan' ini marak di sekolah-sekolah atau di lingkungan yang banyak remaja. Seiring perkembangan teknologi, hal ini pun naik kelas dengan istilah "cyber bullying". Entah sejak kapan dan bagaimana hal begini "seolah" menjadi trend.
Kritik, opini atau menegur di depan umum sebaiknya jangan terlalu "vulgar/rude", terutama yang menyangkut topik-topik sensitif: politik, sara, s*x, dst. Tidak ada ruginya juga kalau mencoba untuk lebih ber-empati sedikit..

'Zaman internet serba bebas cuy'..

oh ya? begitu?

Ingat lagu Oppie Andaresta yang judulnya Na Na Na? (saya suka sekali lagu ini).. Cuplikan liriknya:
Sekarang zaman Internet, tapi etika nggak jadi macet.. Hey, semua ada aturannya, memang mesti ada aturannya.
Para raksasa dunia Internet juga semakin memperbaiki dan memperketat peraturan mereka kan? (Fungsi Utama "Help Center Dan Customer Support" Di Internet)

Selain itu, ketika kita sudah berhati-hati dan memfilter tulisan/ucapan pun terkadang masih dikritik atau diprotes juga kok, apalagi kalau terlalu terang-terangan kurang sopan? .. >_<

Yah, itu sempat ramai kemarin-kemarin.. Dan syukur juga sekarang ini memang hal-hal di poin ini sepertinya sudah mulai berkurangan.. Nice dech, Bravo untuk kita semua.

2017

Wew, ini masuk tahun canggih, kok masih ada saja bahkan makin marak yang seperti itu. (Padahal sempat mereda sejenak. eaaa. !?!)

Jadinya kesal: Dulu sampai sekarang sama saja. Mestinya berubah menjadi lebih baik, eh malah lebih bablas. Salah siapa? Saya? Anda? Mereka? Kita? Atau generasi terkini yang memang mudah kagetan dan bermegah diri? Entah.

Ingat lho Dears, pedas dan menohok sih boleh saja, tapi sebisa mungkin jauhi caci-maki -- ugh payah. How old are you? #Oops.

Pikirkan kita berada di posisi yang di caci, gimana rasanya? Sedihnya nggak ketulungan kan? (Tapi kalau anda tipikal seorang devil muka tebal alias muka badak siiih ya whatever!)

~ Stop nge-judge tanpa mikir, tanpa selidik, tanpa filter ~

Anda nge-troll, sering memancing emosi orang lain dengan mencibir mengejek merendahkan, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Sama saja anda itu pembully!! Merasa paling hebat? Huh.

Bullying itu bisa membekas di otak dan hati seumur hidup kalau tidak ditangani dengan benar lho. Kesan traumanya bisa sangat mendalam. Jangan lupa juga bahwa banyak yang sampai mengakhiri hidup karenanya!!!!!!!!

Ingatkan diri kita masing-masing, untuk tidak terlalu bablas.


Inti dari semua poin: Jangan "Ter-La-Lu" dan jangan cari ribut (aduh jangannn) .. itu saja..

Ok dears, itu dia pantauan awam saya tentang media sosial dan internet. (Kalau ada yang bilang post ane ini katro atau cemen? Iya sorry). Harap di maklumi ya.

#Peace :D


Thanks For Stopin' By My Blog
Admin's : Thanks to my family, best friends and readers for always supporting me .. ^.^

Tentang | Kontak | Pelaporan