Jenis-jenis paspor Indonesia

Macam-macam Paspor Indonesia - Secara umum paspor bisa di artikan sebagai tiket untuk masuk ke suatu negara dari negara kita. 

Untuk arti yang lebih spesifik paspor adalah dokumen resmi yang di keluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas resmi pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara.

Jenis-jenis paspor Indonesia

Nah apakah anda pernah berpkir bahwa sebenarnya ada beberapa jenis paspor yang di keluarkan pemerintah RI dengan mempertimbangkan keperluan dan tujuan pembuatan parpor tesebut, berikut penjelasannya:


I. Paspor secara umum terbagi dua
  1. Paspor Non-biometrik Yaitu paspor standar atau dokumen perjalanan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan perwakilan RI di luar negeri. Paspor ini hanya diberikan kepada Warga Negara Indonesia. Paspor ini berisi 24 atau 48 halaman dan berlaku selama 5 tahun. Parpor 24 Halaman biasanya hanya di peruntukkan bagi TKI dengan biaya lebih murah. Untuk masyarakat biasa di wajibkan untuk mempunyai paspor 48 halaman.
  2. Paspor biometrik Atau sering disebut juga e-paspor adalah jenis paspor yang memiliki data biometrik sebagai salah satu unsur pengaman paspor tersebut. Data biometrik ini disimpan dalam bentuk chip yang tertanam pada paspor tersebut, data yang tersimpan pada chip ini bervariasi antar negara. Namun berdasarkan standarisasi yang di keluarkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organisation), data biometrik yang dianjurkan untuk digunakan adalah biometrik wajah pemegang paspor dengan biometrik sidik jari sebagai pendukungnya. Namun hingga saat ini standardisasi yang dikeluarkan oleh ICAO ini belum dapat disepakati oleh dunia internasional karena berbagai macam hal.


II. Jenis-jenis paspor berdasarkan "tujuan dan penggunaan"
  • Paspor biasa Yaitu dokumen perizinan yang di keluarkan suatu negara kepada warganya untuk melakukan perjalanan reguler ke negara lain. Di Indonesia paspor ini diberi sampul berwarna hijau dan dikeluarkan oleh Ditjen Keimigrasian, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.
  • Paspor diplomatik Yaitu dokumen yang di keluarkan untuk perjalanan khusus dan biasanya yang berhubungan dengan pemerintahan. Karna itu, pemegang paspor ini menikmati beberapa kemudahan perlakuan dan kekebalan di negara tempat mereka bertugas. Di Indonesia, paspor ini diberi sampul berwarna hitam dan dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri.
  • Paspor dinas/resmi jenis paspor ini diterbitkan untuk kalangan teknisi dan petugas administrasi dari suatu misi diplomatik seperti kedutaan dan konsulat ataupun bagi pegawai negeri / pemerintah yang sedang melaksanakan tugas ke luar negeri. Pemegang paspor jenis ini mendapatkan beberapa kemudahan yang tidak dimiliki oleh pemegang paspor biasa. Di Indonesia, paspor ini diberi sampul berwarna biru dan dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri setelah mendapat izin dari Sekretariat Negara.
  • Paspor orang asing Yaitu paspor yang diberikan kepada seseorang yang bukan warga negaranya. Syarat dan ketentuan untuk memiliki paspor jenis ini diatur oleh masing-masing negara. Contoh paspor ini adalah paspor yang dipakai untuk berhaji (paspor coklat), yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
  • Paspor kelompok Yaitu paspor yang di berikan kepada sebuah kelompok (group), misalnya, kelompok perjalanan anak liburan sekolah. Semua anak dalam perjalanan tersebut cukup memiliki sebuah paspor kelompok selama perjalanan liburan mereka berlangsung.
  • Paspor haji dan umrah Yaitu paspor khusus bagi jamaah haji dan umrah, paspor jenis ini berbeda dengan paspor biasa, nama yang tertera dalam paspor harus menggunakan 3 kata misalnya " Ahmad Hasan Ismail "
Demikian penjelasan singkat mengenai paspor, semoga bisa menambah pengetahuan kita. Terima kasih atas waktu nya. (Baca juga: Cara Daftar Paspor online Terbaru dan Proses Wawancara dan Pengambilan Paspor).

Sumber: imigrasi


Thanks For Stopin' By My Blog
Admin's : Thanks to my family, best friends and readers for always supporting me .. ^.^

Tentang | Kontak | Pelaporan